Tidak Ada Solusi Untuk Polusi Udara di Ibu Kota

Berita gosip – DPRD DKI Jakarta mengakui buruknya penanganan masalah polusi udara di ibu kota oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selama ini. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan bahkan mengaku sependapat dengan Walhi DKI Jakarta yang menilai Pemprov DKI lamban menyelesaikan masalah polusi tersebut.

“Saya sependapat sama Walhi,” katanya kepada Gosipcetar di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, selama ini Pemprov DKI tidak memiliki program yang terfokus untuk menuntaskan masalah polusi udara. “Untuk mengatasi, mengurangi dan memperbaiki kualitas udara, ini sangat-sangat bisa dibilang enggak ada,” ujar dia.

Padahal, lanjut dia, DPRD DKI kerap mengingatkan untuk mengalokasikan dari APBD membuat program khusus mengatasi udara yang sudah tercemar.

“Kita melihat tidak ada alokasi anggaran untuk itu. Artinya tidak ada kegiatan fokus untuk itu. Jadi, sampai sekarang belum ada programnya,” ucapnya.

Baca juga: Seorang Pria Dituduh Mencuri Saat Ingin Melamar

Pemprov DKI lantas disarankan segera mengambil langkah-langkah cepat untuk mengurangi pencemaran udara, di antaranya dengan pembatasan kendaraan bermotor dan perluasan ruang terbuka hijau (RTH), sebab RTH di Jakarta hanya ada di angka 10 hingga 12 persen, padahal batas minimal RTH harus berada di 30 persen,

“Gerak segera, walau terlambat, penyumbang polusi terbesar itu dari kendaraan bermotor, sekarang pemprov memberikan perhatian untuk mengurangi gas uap motor. Kemacetan juga salah satu, kemudian industri-indrusti dan terakhir memperbanyak penghijauan (RTH),” tuturnya.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lamban dalam menangani persoalan polusi udara di Ibu Kota.

“Kebijakannya jelas masih lamban dan respons yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta cenderung tidak signifikan,” kata Direktur Walhi DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi.