Sugeng si Mutilasi Ternyata Tidak Gila

Berita gosip – Para mutator di Pasar Besar Kota Malang dikatakan dalam kondisi kejiwaan normal setelah pemeriksaan kejiwaan. Kepala Kepolisian Kota Malang AKBP Asfuri mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil tes psikiatris oleh psikiater, pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan. Akhirnya diungkapkan bahwa Sugeng si mutilasi ternyata tidak gila.

“Hasil pemeriksaan psikologis oleh psikiater menyatakan bahwa pelaku dalam melakukan mutilasi tidak berada dalam kelainan mental,” kata Asfuri, Jumat sore (17/5/2019).

Namun pelaku bernama Asfuri memiliki kepribadian yang agresif, gangguan kepribadian alias neurotik, dengan tanda-tanda emosional yang mudah berdasarkan hasil psikiatrik psikiatri.

“Aktor memiliki kepribadian agresif. Emosi tidak stabil, neurotik, perasaan tidak cocok, dan ada perasaan terisolasi. Dan perilaku impulsif dan perasaan malu, dan sifat obsesif,” kata Asfuri.

Baca juga: Jurnalis Ditemukan Tewas di Surabaya

Tim psikiater juga merekomendasikan para pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Jiwa Lawang (RSJ). Dimana Sugeng si mutilasi ternyata tidak gila tetapi dikategorikan seseorang yang agresif dan obsesif.

“Tim psikiater ini membuat referensi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSJ. Kebetulan, pelaku juga memiliki riwayat dirawat di Rumah Sakit Lawang di mana dia sudah memiliki kartu untuk perawatan,” jelasnya.

Jika pelaku dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan setelah mengamati RSJ, polisi tidak dapat melanjutkan proses hukum ke Sugeng.

“Jika terbukti gila, proses hukum tidak dapat dilakukan, sesuai dengan pasal 44. Tetapi jika tidak gila, itu tidak akan membunuh, tetapi mutilasi akan dijerat dalam pasal 181,” lanjutnya.

Pasal 44 KUHP sendiri menyatakan bahwa seseorang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban jika ia cacat mental atau sakit. Sedangkan pasal 181 KUHP menyatakan bahwa orang yang memindahkan mayat untuk menyembunyikan kematian akan dikenakan hukuman maksimum 9 bulan penjara.

Sebelumnya pada Rabu sore sekitar jam 4.00 pagi WIB, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang dicurigai sebagai mutilator wanita di Pasar Besar. Pria bernama Sugeng diamankan setelah identifikasi petugas polisi dan melacak pelakunya oleh anjing pelacak pada hari Rabu sore.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka dibawa ke Markas Besar Kepolisian Kota Malang dan tiba pada hari Rabu malam sekitar pukul 17:30 WIB.