Seorang Oknum Polisi Cabuli Bocah 13 Tahun

Berita gosip – Petugas polisi yang bertugas di Kantor Polisi Kayong Utara, Kalimantan Barat, diduga seorang Oknum Polisi cabuli bocah 13 tahun. Saat ini, orang dengan inisial Da masih menjalani pemeriksaan intensif di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Informasi yang terkumpul di lapangan, Da berkesempatan memiliki hubungan suami-istri dengan korban. Sebut saja nama korban, Melati. Insiden itu dimulai, ketika wanita berusia 13 tahun itu dibujuk oleh Da untuk diajak berjalan-jalan, pada Sabtu, 27 April malam.

Setelah Melati menyetujui undangan itu, Da membawanya ke sebuah kamar tidak jauh dari masjid di Distrik Kayong Utara. Pada saat yang sama, sang ibu mencari Melati. Dan, bawa Melati dengan Da keluar dari kamar.

“Itulah titik awalnya. Apa yang terjadi di ruangan itu, ini sedang dikembangkan dengan inspeksi,” kata Kepala Kepolisian Kayong Utara, Asep AKBP Irpan Rosadi, kepada wartawan, Kamis (5/5/2019).

Baca juga: Irwan Rudianto Tewas Setelah Tabrak Truk

Namun, berdasarkan pengakuan keluarga, bahwa Da membawa Melati dengan paksa. Kepada keluarga, Melati mengakui bahwa ia diancam oleh Da. Ancamannya adalah jika Melati mengatakan kepadanya apa yang terjadi pada siapa pun, rumahnya akan terbakar.

Peristiwa memalukan ini kemudian dilaporkan oleh warga dan anggota keluarga ke Kantor Polisi Kayong Utara. Dengan cepat dan tanpa perawatan khusus, Da diamankan untuk tindak lanjut.

“Kasus ini telah ditangani dengan serius. Bahkan pemimpin kita, Kapolda, memberikan instruksi dan perintah malam itu. Menegakkan hukum, menegakkan disiplin, terus mengirimkannya ke Kepolisian Daerah. Itu berarti kita tidak bermain-main,” kata Asep.

Setelah laporan dan perintah langsung dari Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Polisi Daerah Kayong Utara segera mengirim Da ke Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk menangani tingkat hukum yang lebih tinggi. Jadi Asep memastikan bahwa penegakan hukum dan disiplin untuk melanggar anggota masih dikedepankan. “Kami tegas dalam hal ini. Karena perilaku yang dimaksud jika memang terbukti, itu menodai institusi,” katanya.

Saat ini, kata Asep, orang tersebut masih diperiksa di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat oleh Bid Propam. Sedangkan untuk tersangka pelaku tindak pidana, mereka akan didelegasikan ke Direktorat Jenderal Investigasi Kriminal Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. “Jadi ada dua jalur yang diambil. Jalur internal dan jalur hukum positif,” katanya.