Ratna Sarumpaet Kena Dua Dakwaan

Berita gosip – Ketua Hakim mendengarkan kepada terdakwa tentang kasus penyebaran penipuan atau Hoax Ratna Sarumpaet, Joni bertanya kepada Ratna mengapa mereka lebih suka berbohong daripada jujur. Menurutnya, aktivis HAM tidak perlu berbohong karena operasi plastik tidak melanggar hukum. Akibat kelakuannya Ratna Sarumpaet kena dua dakwaan.

“Mengapa Anda tidak mengatakan Anda telah menyelesaikan operasi untuk mendapatkan operasi yang baik? Bukankah operasi itu dilarang, legal, kecuali untuk membunuh rahim. Ini adalah operasi plastik,” kata hakim Joni pada persidangan, Selasa (05/5) 05). / 14/2019).

Joni mengatakan, operasi plastik bukanlah kegiatan yang dibenci dan sudah menjadi kebiasaan sekarang, dan tidak boleh disembunyikan dengan berbohong. “Kecuali untuk operasi plastik, dilarang untuk dapat menemukan orang lain tetapi ini bukan. Itu bukan hal yang tabu,” tambahnya.

Ratna juga menjawab bahwa dia harus melakukan apa yang dikatakan hakim atau tidak berbohong. Namun, dia tidak bisa menjelaskan mengapa dia bisa jujur.

Baca juga: China Minta Amerika Tidak Tambah Tarif Impor

“Itu pasti benar (jujur). Saya tidak tahu apa karena saya memutuskan (berbohong) mengapa saya harus mencari alasan. Saya mungkin panik, saya tidak tahu. (Kebohongan itu) karena kebiasaan saya,” katanya .

Dalam kasus ini, Ratna Sarumpaet kena dua dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pertama, ia dituduh menyebarkan kebohongan untuk menciptakan kebingungan seperti yang disebutkan dalam Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kedua, Ratna juga dituduh menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atas dasar SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) bersama dengan Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).