Prabowo – Sandi Sebut Upaya Naikkan Tax Ratio, Ini Respons Jokowi

Berita Gosip – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berencana untuk meningkatkan rasio pajak atau rasio pajak, cara untuk memotong pajak pekerja. “Kami akan mengurangi tarif pajak individu dengan menaikkan PTKP (penghasilan tidak kena pajak),” kata Sandiaga dalam Debat Presidensial dan Wakil Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019.

Sandiaga percaya hasil kebijakan akan langsung dirasakan oleh masyarakat karena akan ada lebih banyak uang di saku mereka. Sehingga orang dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan uang. “Sehingga bisa meningkatkan konsumsi dan menambah lapangan kerja,” katanya.

Setelah mengurangi tarif pajak individu, pada waktunya Sandiaga juga akan mengurangi pajak perusahaan. Dengan begitu, Indonesia dapat bersaing dengan negara lain untuk menarik investasi yang masuk ke pekerjaan terbuka di negara tersebut.

Prabowo - Sandi Sebut Upaya Naikkan Tax Ratio, Ini Respons Jokowi

Berita Lain : Caleg Gerindra: Di Malaysia Satu Suara Dihargai Dengan 15-25 Ringgit Malaysia

Berita Lain : BNN Tangkap Gembong Narkoba Pemilik 64 Kg Sabu-Sabu

Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto mengatakan janjinya untuk meningkatkan rasio pajak menjadi 16 persen tidak berarti itu dicapai dalam satu tahun. Angka itu, menurut dia, harus dicapai dengan upaya nyata. “Salah satu caranya adalah mengimplementasikan penggunaan TI dan sistem yang transparan.”

Prabowo juga menyatakan bahwa ia akan memperluas basis pajak. Dia tidak ingin ada kejutan dalam perekonomian. Namun dia menekankan perlunya keberanian negara dalam mengejar penghindar pajak.

Calon presiden nomor 01 Joko Widodo mengatakan rencana Prabowo untuk menaikkan rasio pajak menjadi 16 persen dari awal 10 persen dalam satu tahun akan menyebabkan goncangan dalam perekonomian. “Akan ada goncangan ekonomi,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan kenaikan rasio pajak secara drastis dengan perhitungan seperti itu, artinya akan ada 5 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) yang dialokasikan untuk penerimaan pajak. “Ini berarti bahwa Rp. 750 triliun ditarik ke dalam pajak,” katanya.

Alih-alih menyetujui rencana Prabowo, Jokowi lebih suka bahwa pemerintah meningkatkan rasio pajak secara bertahap dengan membangun basis pajak sebanyak mungkin. Ini juga telah dilakukan sejak pemerintah membuat pengampunan pajak.