Petugas Pemilu Meninggal Dunia Dapat Santunan Rp 36 Juta

Berita Gosip – Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) menyetujui usulan KPU untuk memberikan kompensasi bagi penyelenggara pemilu yang mengalami kecelakaan kerja atau meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019.

Dalam surat yang dikirim oleh Menteri Keuangan tanggal 25 April 2019, dijelaskan bahwa kompensasi untuk petugas yang meninggal adalah Rp. 36 juta. Sedangkan untuk cacat tetap sebesar Rp. 30 juta, cedera serius mencapai Rp. 16,5 juta dan cedera sedang mencapai Rp. 8,25 juta. Jumlah ini adalah jumlah maksimum yang tidak boleh dilampaui.

Baca Info Lainnya : Pria asal Garut Ditangkap Karena Sebarkan Hoaks

Baca Info Lainnya :  Bupati Solok Selatan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengatakan, tunjangan ini berlaku untuk penyelenggara yang mengalami kecelakaan kerja yang terjadi mulai Januari 2019 hingga masa tugasnya berakhir.

“Sedangkan untuk penyelenggara yang jatuh sakit, dalam pedoman teknis saat ini sedang disusun oleh KPU, mereka akan dimasukkan dalam kategori cedera sedang dan serius,” kata Evi.

Evi mengatakan, Menteri Keuangan telah menekankan bahwa anggaran kompensasi ini tidak akan meningkatkan alokasi anggaran dalam KPU. “Namun KPU diminta mengoptimalkan anggaran yang saat ini dialokasikan untuk KPU,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPU Arief Rahman Hakim, melalui pernyataan tertulis, menyatakan bahwa ada 296 petugas yang tewas dalam data KPPS. “Pembaruan data pada 29 April 2019 pukul 08.00 WIB, meninggal 296 orang. Nyeri 2151, total 2.447,” katanya.