Penganiayaan Dengan Batako Karena Mabok

Berita gosip – Polisi menangkap dua pelaku, Prasetyo (19) dan Dhego Utomo (23). Dalam kondisi mabuk, kedua pelaku melempari rekannya Iwan Junaidi dengan balok bata. Peristiwa ini terjadi di gudang proyek Polytron di Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, pada hari Senin, 27 Mei 2019 sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Peristiwa penganiayaan dengan batako karena mabok disebabkan oleh temannya.

Akibat insiden itu, korban menderita luka terbuka di pelipis kirinya dan kepala belakang dengan tujuh jari. Pada saat ini kedua pelaku berkumpul di ruang tahanan Mapawatiek Sukawati.

“Kami telah menanggung dua aktor ini,” kata Kapolres Sukawati AKP Suryadi didampingi oleh Kepala Unit Investigasi Kriminal Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun pada konferensi pers, Selasa (28/5/2019).

Menurut kepala polisi, mereka awalnya minum pada hari Senin sore sekitar jam 2:00 pagi. Saat itu mereka minum 10 botol alkohol di gudang proyek. Sebanyak 13 pekerja di proyek ini minum selama tiga jam.

Baca juga: Penemuan Robot Donald Trump BAB

“Pemukulan itu dipicu oleh kesalahpahaman. Para tersangka, korban, dan 10 saksi berada di bawah pengaruh minuman keras, sehingga pertarungan berakhir dengan pertumpahan darah,” katanya.

Sekitar pukul 17.00 tanpa diduga, salah satu pemuda bernama Saiful yang diduga mabuk itu buram. Tidak diacuhkan, percakapan Saiful dilakukan. Dia mengeluarkan hukuman yang menantang yang memicu perselisihan.

“Sengketa itu adalah saksi Candra dengan saksi Saiful. Berusaha diceraikan oleh dua tersangka dan korban. Namun, saat terjadi keributan, dua tersangka melempar batako ke arah para korban secara bergantian yang mengenai candi dan kepala korban,” kata AKP Suryadi.

Korban Iwan juga mengalami goresan kuku di lehernya. Setelah keributan, rekan-rekan lain mencoba berpisah. Unitreskrim, Polda Sukawati yang mendengar keributan langsung mengamankan tersangka.

“Para tersangka kami amankan bersama barang bukti berupa balok bata dan sejumlah pakaian yang mengandung bercak darah,” katanya.

Iwan menyatakan bahwa ketika insiden itu terjadi dia hanya mogok, tetapi menjadi sasaran pelemparan batako. Menurutnya, kegiatan minum cukup sering dilakukan. Dia menambahkan, pada saat itu para pekerja berniat mogok karena mereka belum dibayar selama sebulan. Terutama sebelum Idul Fitri, lusinan pekerja proyek berniat untuk kembali ke Jawa Tengah. “Ceritanya akan mogok, tahun ini berisik,” katanya.

Tersangka Prasetyo mengaku tidak sengaja terlempar. Dia sebenarnya ingin melempar Saiful karena pidatonya menantang orang, tetapi justru Iwan. “Salah sasaran,” jelasnya.

Korban dan pelaku sudah saling kenal sejak lama karena mereka berdua berasal dari Jawa Tengah. Mereka hanyalah desa yang berbeda. Kedua pelaku dituduh Pasal 170 ayat 2 sampai (1) KUHP tentang pemukulan dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara.