Pelaku Mutilasi Potong Leher Korban Dahulu

Berita gosip – Mutilator di Pasar Kota Besar mengakui bahwa sebelum memotong tubuh, ternyata pelaku mutilasi potong leher korban dahulu.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Kepolisian Kota Malang AKBP Asfuri ketika memimpin pengembangan pelepasan mutilasi dengan aktor Sugeng Santoso (49).

“Para pelaku melakukan pembunuhan dengan memotong leher korban yang masih hidup, darah telah mengalir ke pakaian pelaku. Setelah memotong kepalanya, pelaku melihat tangan dan kaki korban masih bergerak sehingga ia diseret ke kamar mandi,” Asfuri berkata, Senin 5/2019).

Berdasarkan keterangan pelaku, Asfuri mengatakan, ketika dimasukkan ke kamar mandi, tubuh korban tidak bisa masuk karena ukuran kamar mandinya yang kecil. Sehingga pelaku bagian tubuh korban kembali memotong menjadi beberapa bagian.

Baca juga: Sugeng si Mutilasi Ternyata Tidak Gila

“Dimasukkan ke dalam kamar mandi tidak cukup untuk menutupnya tidak bisa, akhirnya pelaku memotong kaki dan tangan. Setelah memotong kaki dan tangan dibawa ke tangga sementara tubuh korban diletakkan di toilet dan ditutup dengan karung,” kata Asfuri lagi.

Salah satu bukti pelaku memotong tubuh wanita itu di bawah tangga, ditandai oleh banyak tumpahan darah.

“Ada bukti tumpahan darah di bawah tangga, ini menunjukkan bahwa para korban pada saat pembunuhan masih dalam kondisi hidup, termasuk memacu pakaian para pelaku,” lanjutnya.

Akibat tindakannya itu, Sugeng Santoso, warga Jodipan, diancam dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun. “Pasal 338 pembunuhan dengan ancaman 15 tahun,” katanya.

Sebelumnya, pada hari Rabu sore sekitar jam 4:00 sore. WIB, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang dicurigai sebagai mutilator wanita di Pasar Besar Malang.

Pria bernama Sugeng diamankan setelah identifikasi petugas polisi dan melacak pelakunya oleh anjing pelacak pada hari Rabu sore. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Sugeng dibawa ke Markas Besar Kepolisian Kota Malang dan tiba pada hari Rabu malam sekitar pukul 17.30 WIB.