Kelompok Teroris Lampung Sedang Bangun Jaringan

Berita gosip – Tim Detasemen Antiterorisme 88 menyergap sebuah ruko di Desa Pangkalan, RT 11 RW 04, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu, 4 Mei, 2019 siang. Saat itu, seorang tersangka teroris dibunuh oleh seorang perwira panas. Sementara dua orang lainnya berhasil melarikan diri dengan bahan peledak. Kabarnya kelompok teroris Lampung sedang bangun jaringan di daerah tersebut.

Pengamat Terorisme, Zaki Mubarak mengatakan, sekarang kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sedang mengalami krisis sumber daya manusia, sehingga mereka membentuk sel-sel kecil di Bekasi, Jawa Barat. Area ini dipilih karena dianggap oleh masyarakat dalam dana bahwa masih sangat mudah untuk diindoktrinasi dengan memahami radikalisme.

“Bekasi hampir selalu digunakan untuk koordinasi. Dan memang ada studi rutin. Mereka melihat masyarakat majemuk dan mobilitas tinggi, banyak rumah sewaan, mudah disusupi,” kata Zaki saat berbicara dengan Okezone, Minggu (5/5/2019)).

Zaki menduga bahwa bahan peledak yang dibawa oleh dua orang JAD yang melarikan diri selama penyergapan kemarin tidak terlalu berbahaya. Sebab, sekarang tidak ada seorang pun di kelompok mereka yang mampu membuat bom eksplosif tinggi.

Baca juga: Seorang Oknum Polisi Cabuli Bocah 13 Tahun

“Saya menduga mereka membawa bahan peledak rendah. Mereka tidak memiliki keterampilan untuk merakit bom dengan bahan peledak tinggi,” katanya.

Selain krisis sumber daya manusia, katanya, mereka juga tidak memiliki pemimpin yang didapuk sebagai pemimpin atau biasa disebut amir. Dengan demikian, serangan yang dilakukan sangat tidak terorganisir dan minimalis.

“Intinya adalah bahwa mereka sekarang dalam krisis, sehingga mereka bergerak dalam sel-sel kecil dengan rencana serangan yang tidak terorganisir dan skala serangan yang sangat minimalis,” katanya.

Meski begitu, Zaki memperingatkan polisi untuk tetap waspada mengawasi gerakan mereka. Sebab, jika mereka merasa terlena, maka JAD akan kembali menjadi besar dan bisa mengancam keamanan Indonesia.

“Polisi harus berkonsentrasi untuk tidak memperhatikan sel-sel kecil ini,” katanya.

Saat ini, Tim Densus Kontraterorisme terus mengendalikan dua tersangka teroris yang berhasil melarikan diri, bernama Samuel dan Taripudin. Samuel memiliki alis tebal, rambut lurus sebahu, tingginya sekitar 168 sentimeter, kulit cokelat, mengenakan topi hitam dan membawa ransel.

Sementara Taripudin memiliki alis yang tebal, memiliki tahi lalat di mata kanan bawah dan bibir bawah, sekitar 170 sentimeter, kulit kuning lurus, membawa tas selempang dan mengenakan jaket abu-abu.

Sementara sepeda motor yang digunakan oleh mereka berdua untuk melarikan diri, ketik Suzuki Smash dengan nomor B 6324 KHR. Sepeda motor dikabarkan mengarah ke Kota Bekasi.