Jokowi Minta Pendukungnya Lawan 5 Isu Hoaks

Berita Gosip – Calon presiden nomor 01, Joko Widodo atau Jokowi, meminta relawannya di Jawa Barat untuk melawan lima isu yang sedang berkembang.

“Tidak di udara, tanah juga sudah mulai dari pintu ke pintu mulai fitnah menyebar ke mana-mana. Aku mempercayakannya supaya ia merespons dengan cepat. Jangan takut melawan fitnah, tipu daya.

Kamu harus berani, harus berani jadi lawan , “Kata Jokowi dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat dan relawan di Balad Jokowi di Villa Istana Bunga, Kabupaten Bandung, Minggu, 10 Maret 2019.

Isu pertama adalah berita bahwa ada larangan azan jika Jokowi memenangkan pemilihan presiden 2019. Jokowi menekankan bahwa Isu itu tidak logis. Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Jadi, tidak mungkin untuk panggilan doa.

Isu lain, Jokowi meminta sukarelawan untuk melawan berita bahwa pendidikan agama akan dihapus. “Tugas ayah ibu menjelaskan bahwa itu sederhana dan mudah diterima. Dijelaskan, itu tidak perlu lama. Pendidikan agama sudah dihapus di mana,” katanya.

http://gosipcetar.com/

Selain sukarelawan, Jokowi juga meminta para cendekiawan untuk menepis berita tentang melegalkan pernikahan sesama jenis jika ia terpilih. Meski beritanya fitnah, mantan Gubernur DKI menganggap ada 9 juta orang percaya.

Isu keempat adalah kriminalisasi para sarjana. Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Semua warga negara memiliki posisi yang sama di mata hukum. Dia mengatakan bahwa dia akan mengurusnya secara langsung jika ada cendekiawan tak berdosa yang tiba-tiba dimasukkan ke dalam sel.

Selanjutnya, Jokowi meminta relawan untuk mengklarifikasi Isu menjadi antek asing. Dia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, pemerintah telah berhasil mengambil kepemilikan blok minyak yang telah dikendalikan oleh orang asing selama beberapa dekade. Salah satunya adalah Blok Rokan dan Mahakam yang kini dikelola oleh Pertamina.

“Akhir 2018, yang namanya Freeport sudah 51,2 persen mayoritas. Sekarang dikelola PT Inalum, BUMN kita. Ini Freeport sudah 40 tahun kita diberi 9 persen. Enggak ada yang bilang antek asing, antek asing. Begitu kita ambil mayoritas, kok, kita dituding antek asing,” kata Jokowi – ( Berita Gosip ) .