Jhody Super Bejo Memilih Hijrah Karena Takut Mati

Berita gosip – Sejak 3 tahun terakhir, penyanyi dan presenter Jhody Sumantri atau lebih sering disebut Jhody Super Bejo memilih Hijrah karena takut mati. Personel Super Bejo yang populer di tahun 90-an menjalani kehidupan baru yang lebih baik.

Kepada Gossip gemetar, Jhody mengatakan bahwa perjalanan jilbabnya dimulai ketika ia menderita serangan jantung, pada Oktober 2016. Penyakit itu memaksa penyanyi saya memakai tiga cincin dan dua balon di dalam hatinya.

Jhody mengungkapkan, penyakit jantung membuatnya begitu dekat dengan kematian. “Pada waktu itu, banyak hal yang berkeliaran di kepalaku.‘ Apakah kamu siap jika kamu dipanggil oleh Tuhan? “” Dia mengatakan ketika dia bertemu Gosipcetar di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, duet Teuku Edwin berkata, “Siap di sini, apakah saya memiliki cukup bekal untuk menghadapi Tuhan? Malaikat maut dapat menemui kita kapan saja.”

Baca juga: Ahmad Dhani Memberontak Usai Sidang di Surabaya

Hijrah menjadi proses Jody Super Bejo untuk memperlengkapi dirinya sendiri sampai mati. Perlahan, ia mulai membaik dengan melakukan shalat lima waktu dan meningkatkan praktik sunnah.

Untungnya, Jody bertemu dengan kerabat yang kemudian membimbingnya dalam proses hijrah. Saat itu, ia disarankan untuk melakukan terapi tahajud selama 40 hari sebagai bentuk permintaan maaf kepada Tuhan.

“Alhamdulillah, semakin aku datang ke sini aku bisa merasakan kenikmatan takhta dan melakukan layanan sunnah lainnya,” kata Jhody.

Dalam proses migrasi, Jhody mengakui, mendapatkan beberapa pencobaan iman. Salah satunya datang dari Edwin, rekannya di Super Bejo. “Sebenarnya, aku ingin tahu bahwa pertobatan ini benar atau hanya bermain-main? Manusia tidak suka dipermainkan, apalagi Tuhan, kan?” Edwin berkata.

Lalu bagaimana Edwin menguji iman temannya? “Setiap kali dia ingin melakukan sesuatu yang baik, saya terus mengganggunya. Sampai akhirnya dia marah dan dari sana saya tahu bahwa Jhody serius untuk bertobat,” tambahnya.

Setelah beremigrasi, Jhody mengaku lebih selektif dalam memilih pekerjaan di dunia hiburan. Selebihnya, pria berusia 49 tahun itu memilih untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.

“Istilahnya BBM, bolak-balik di antara masjid. Jadi semuanya selesai. Alhamdulillah, Allah memberkati saya dengan suara yang memenuhi syarat untuk menjadi muazin dan berkeliling untuk berbagi pengalaman,” kata Jhody.