Gangster Pelajar Karena Kurang Perhatian Orangtua

Berita gosip – Tindakan gangster kejam yang pelakunya di bawah umur semakin lazim di sejumlah daerah. Jumlah korbannya cukup banyak. Ini jelas sangat mengganggu masyarakat, terutama mereka yang sering beraktivitas di malam hari. Seorang pelajar bisa seperti itu karena kurang perhatian Orangtua.

Menanggapi kondisi ini, pengamat anak, Seto Mulyadi, mengatakan tindakan gangster yang melibatkan siswa semakin mengkhawatirkan. Siswa yang sebagian besar masih duduk di bangku SMP bebas untuk membawa senjata tajam untuk melakukan tindakan pelecehan terhadap korban mereka.

“Aksi gangster ini semakin mengkhawatirkan dan kita harus menyadarinya. Dalam hal ini orang tua dan lingkungan harus memainkan peran yang lebih penting dalam mengendalikan emosi anak-anak, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh dan berpartisipasi dalam aksi ini,” kata pria itu akrab disapa Sis Seto di Bekasi, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, pembentukan seksi perlindungan anak di setiap RT / RW sangat penting dalam membantu membentuk kepribadian anak yang cenderung tidak stabil. Dia juga mengimbau dibentuknya Satuan Tugas Anak karena telah dilaksanakan di tiga daerah, Tangerang Selatan, Kabupaten Banyuwangi dan Bengkulu Utara.

Baca juga: Sugeng si Mutilasi Ternyata Tidak Gila

“Namun, jika sudah dilakukan, polisi harus mengambil tindakan tentunya dengan menggunakan peradilan anak, sesuai dengan hukum dan peraturan anak,” katanya.

Sebelumnya sebuah video amatir yang beredar menunjukkan sejumlah siswa sekolah menengah pertama di Bekasi diambil oleh petugas polisi. Gangster remaja ini diketahui selalu melakukan aksi mereka di malam hari dengan mengendarai sepeda motor, membawa senjata tajam yang sekarang digunakan sebagai bukti oleh petugas.

Sementara itu, Kantor Polisi Kota Metro Bekasi juga menangkap salah satu gangster yang melakukan tindakan kekerasan terhadap MR (21). Kasus ini telah dilaporkan dengan nomor K / 1.208 / K / V / 2019 / SPKT / restro Bks Kota. Tersangka SAP (20) diduga telah menganiaya korban menggunakan senjata tajam pada hari Minggu pagi. Penganiayaan dilakukan di depan terminal Damri Kayuringin, Bekasi Selatan.

Awalnya korban bersama 20 rekannya, menggunakan 12 sepeda motor untuk tetap berhubungan dengan saudara, di daerah Rawa Bebek. Setelah berkunjung, para korban dan rombongan mereka kembali melalui Kayuringin.

Sesampainya di lokasi, mereka melewati massa sekitar 30 orang yang membawa senjata tajam dan mengancam sampai salah seorang rekannya mendapatkan inisial M jatuh dari sepeda motor. M kemudian berlari dan melihat para pelaku meretas korban tanpa alasan yang jelas. Dengan tubuhnya berlumuran darah, korban dilarikan ke rumah sakit oleh rekannya untuk mendapatkan bantuan.

Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh M kepada pihak berwenang. Polisi dengan cepat mengamankan 20 pelaku yang berada di tempat kejadian. Dari total pelaku, polisi menentukan satu tersangka, SAP, yang melakukan pembantaian para korban.

“Ya, telah ada laporan tentang aksi pementasan ini dan kami telah menentukan satu tersangka dengan inisial SAP,” kata Kepala Humas Kepolisian Metro Kota Bekasi, Kompol Erna Ruswing Andari.

Sebagai bukti, polisi mengamankan sabit, pakaian dari para korban dan pelaku serta ponsel.

“Tersangka kami menjerat Pasal 170 KUHP dengan cedera serius,” pungkasnya.