4 Cara Membuat Anak Jatuh Cinta pada Matematika

Berita Gosip – Tidak semua anak suka matematika. Beberapa anak bahkan menganggap matematika sebagai momok yang menakutkan. Memang, tidak semua anak harus pandai dalam pelajaran karena bakat dan minat mereka harus berbeda.

Namun bukan berarti anak-anak harus membenci terutama rasa takut akan matematika. Memang, tidak semua anak harus pandai matematika karena bakat dan minat anak harus berbeda. Namun bukan berarti anak-anak harus membenci terutama rasa takut akan matematika.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran di Stanford University, AS, untuk anak-anak sekolah dasar, disimpulkan bahwa sikap positif terhadap matematika sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan anak-anak dalam menghadapi masalah perhitungan. Jadi semakin banyak anak membenci matematika, maka kemampuan mereka untuk menghadapi masalah jumlah semakin berkurang.

Namun keengganan anak untuk menghadapi pelajaran matematika justru bisa diminimalisir dengan peran orang tua. Dalam studi yang sama juga dinyatakan bahwa orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam penilaian dan sikap anak-anak dalam matematika.

Orang tua dapat melakukan beberapa rangsangan yang membuat anak-anak merasa akrab dan tidak takut dengan pelajaran yang berkaitan dengan angka bahkan ketika anak tidak di sekolah. Stimulasi seperti apa yang dapat dilakukan orang tua untuk memperkenalkan matematika kepada anak-anak sejak usia dini?

1. Mainan pendidikan

Orang tua harus sering membeli mainan edukatif yang mengandung nilai matematika seperti berhitung, mengelompokkan objek berdasarkan bentuk dan ukuran, dan menyortir objek. Dengan menggunakan mainan, anak-anak dapat mengasah keterampilan matematika dasar mereka dengan cara yang menyenangkan tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang belajar matematika.

2. Manfaatkan video

Manfaatkan video dan game di Youtube yang berisi keterampilan matematika dasar. Misalnya, dengan memutar lagu yang liriknya mengundang anak-anak untuk menghitung, mengenali angka, dan bentuk.

3. Menggunakan game

Jika seorang anak dapat bermain game di ponsel, pilih game yang mengandung unsur matematika dasar.

4. Kartu mainan atau papan

Tentu saja permainan ponsel tidak bisa dilakukan terus menerus. Padukan dengan permainan kartu atau papan yang melatih keterampilan berhitung seperti kartu Uno, tangga ular, atau monopoli. Selain mengasah keterampilan berhitung dan matematika dasar lainnya cara bermain bersama keluarga juga membuat anak tidak terintimidasi dengan nama “hitung”.